Sederhana

4 tahun 5 bulan aku belum pulang.
Dulu aku berharap when i go home, aku dapat membahagiakan orang tua yang sedikit kesusahan waktu itu. 

Namun, hari ini sepertinya Allah belum menghendaki kebahagiaan yang mungkin aku harapakan. Mungkin kebahagiaan lain versi dari Allah lah yang menjadi kenyataan.

It's happenes, cause Allah lah yang punya kehendak apapun atas Alam Raya ini. Tapi hati manusia rapuh sepertiku mungkin belum bisa menerima kenyataan 100%. 

Itulah alasan kenapa aku mulai menulis lagi, karena untuk merilis rasa yang tak sampai jika memang harus diungkap dengan air mata.





Aku yakin, Allah itu maha Adil. Maha bijaksana dan maha Kuasa. Karena itu kejadian yang menimpaku hari ini adalah kuasanya. Bukan kehendakku.

Aku adalah manusia paling pengecut, mungkin juga paling munafik yang bisa Allah lihat. Aku berjanji A tapi Janji A itu tidak terealisasi pada orang yang aku cintai dan kasihi selama ini.

Mungkin juga ini salahku karena terlalu percaya, mungkin juga ini salahku karena tak bisa memberi lebih, mungkin juga salahku karena tak bisa menjaga dan memberikan pelajaran terbaik untuk hatiku sendiri.

Mau mengharap kembalipun rasanya sudah tak mampu, karena apa yang terlihat dipelupuk mataku nggak bisa membuat itu kembali lagi, setidaknya sampai saat ini.

Karena itulah, aku sudah berhenti berharap. Sudah berhenti berekspektasi.

Aku menunggu Allah memberikan yang terbaik dan menguatkan diriku selalu untuk menjalani fase - fase kehidupan dan perkembangan diri ini.

Posting Komentar untuk "Sederhana"