Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menguji Kecintaanku kepada Uang dengan Cinta Orang Tua


Beberapa hari lalu saya berkesempatan dengan kebetulan mendengarkan dan menyimak suatu live streaming Instagram yang di adakan oleh Himpunan Mahasiswa Pengusaha Muda Indonesia salah satu Universitas Negeri di Jawa Timur. Dalam kesempatan itu narasumbernya secara kebetulan adalah Kakak Kelas SMK saya. Beliau disini bercerita tentang awal membangun bisnis, awal belajar dan proses perjuangan hingga pada sampai titik sekarang ini. Yang mana beliau telah menjadi Direktur di perusahaan startUp yang ia kembangan bersama beberapa rekan bisnisnya.


Dalam satu kalimat panjang, yang saya sarikan kurang lebih seperti ini " Kalian pengen tau ngga? Gimana caranya menguji diri kalian sendiri apakah lebih cinta dunia atau orang tua? Lebih cinta dunia atau akhirat ?. Taruhlah aja ngga tau ya. Coba sekarang, kalian punya uang berapa aja kasih ke orang tua. Kumpulkan semua uang kalian trus bilang ke Orang Tua. "Mah, aku punya uang 50 Juta. Mama mau ? . Buat apa nak? Terserah. Pokoknya aku pengen ngasih 50 juta tanpa syarat dan keinginan untuk mama apapun". Coba kalian lakukan. Kalau bisa, dan yakin. Insya allah akan diganti oleh Allah SWT dengan kelebihan yang sangat luar biasa.


Hmm.. setelahnya aku berfikir, benar juga ya.. Coba aja dulu dengan kemampuanku. Dulu aku cuma mampu memberi 10rb, 50rb, 100rb. Karena masih bekerja sebagai Kuli atau pekerja harian di Sebuah Bengkel seni. Namun, bertahap ketika sudah di Korea ini. Rasanya perlu ada peningkatan level dari diri kita. Kalau dulu 100rb, naiklah ke 1 Juta, 2 juta, 3 juta. Buat apa? Untuk mengupgrade diri kita sendiri, menjadi mental KAYA. Kalau saja mental kita sudah KAYA. Bukan tidak mungkin kita akan tetap merasakan Kecukupan dan Kekayaan itu. 


Lee Kha Shing yang merupakan salah satu orang terkaya di Negara China dalam sebuah bukunya pernah mengatakan salah satu investasi terbaik adalah Berbakti Kepada orang tua. Kalau punya uang, berilah beliau. Kalau punya waktu, sediakan waktu untuk mereka, luangkan. Karena merekalah kita ada disini. Dan sampai pada titik ini. 

Masih ingat kutipan Hadist yang terkenal itu? " Jadikan Orang Tuamu Raja Dan Ratu. Maka rezekimu akan Seolah Menjadi Raja dan Ratu" . Dan ini juga berlaku dihukum kebalikanya " Jika  orang tuamu kamu jadikan pembantu, maka Rezekimu juga akan seperti pembantu" . Terlepas kejadian atau engga dihidup kita. Perintah tetaplah perintah. Berbuat baik kepada orang tua adalah kewajiban. Terlepas dari baik buruknya orang tua kita, salah benar mereka, juga apapun keadaan mereka. Wajib bagi kita untuk berbakti.


Gus Baha pernah dawuh " Masih beruntung anak yang rezekinya di habiskan untuk bakti orang tua, karena itu merupakan satu kewajiban. Daripada digunakan untuk maksiat. Sesungguhnya Gusti Allah SWT mesti ridho" .  Dari seorang Kyai, Tokoh Kaya hingga yang terkeren seperti Nabi telah memberikan nasihat kepada kita semua. Jadi bukan tidak mungkin ini merupakan jalan yang terbaik bagi kita.


Orang tua adalah sosok yang sangat berharga, harus dihormati dan lebih lagi ditaati. Bagi orang tuanya yang masih lengkap, yuk kita bareng2 berbakti kepada mereka. Membahagiakan mereka. Untuk teman² yang orang tuanya sudah tiada. Yuk kita sama - sama menunduk dan seraya berdoa supaya orang tua kita tenang dan bahagia juga ditempatkan disisi Nya yang mulia.


Jangan lupa, berdoa. Dan terima kasih, semoga sehat selalu teman - teman. 😁

Posting Komentar untuk "Menguji Kecintaanku kepada Uang dengan Cinta Orang Tua"