Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Nilai Kedermawanan

Nilai Kedermawanan


Sebaik baiknya ibadah menurut sebagian Ulama adalah memberi. Kenapa ?

Suatu hari ada seorang majussi ( penyembah api ) punya anak perempuan, lalu ketika anak itu dewasa ia tidak ingin menyerahkan anak itu pada orang lain. Ia berfikir " enak saja aku yang ngebiayain dia dari kecil hingga dewasa, kok orang lain menikmati ia " . Wal hasil suatu hari anak itu dinikahi sendiri oleh Ayahnya yang seorang majussi ini.

Pada saat majussi ini ingin melakukan hubungan suami istri, tiba - tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya. Ketika ia membuka pintu orangnya pergi, namun ketika ia masuk lagi dan ingin melakukan hubungan lagi, pintu diketuk lagi, namun kembali berulang orangnya pergi lagi. Sampai yang ketiga, majusi ini menunggu orang itu dan ternyata orang itu adalah Janda Muslimah yang miskin ingin meminta bantuan.

" Ya fulanah, ada apa kau kemari ? Lalu pulang, dan kemari lagi? " . Tanya Majussi kepada wanita itu.
" Aku ini muslimah, aku pantang untuk meminta bantuan kepada Majussi sepertimu. ketika anaku menangis maka aku ingin meminta bantuanmu, namun begitu sampai depan pintu ini aku teringat Muslim tidak sepatutnya meminta bantuan pada non muslim. Maka aku kembali lagi. Sampai 3 kali ini " ujar Janda Muslim ini.

" Baiklah, tunggulah sebentar akan aku ambilkan gandum agar anakmu tidak kelaparan lagi" . Jawab si majussi lalu sambil mengambilkan gandum di malam itu sendirian di Gudangnya.

** Majussi ini orang kaya, dan punya banyak budak **

Api (sumber : Pixbay )

Malam itu ada Wali Allah yang bermimpi bertemu Rasulullah SAW bahwa diminta untuk menyampaikan salam pada si Majussi ini. Si wali ini heran dan penasaran.
" Apa ngga salah Rasulullah nitip salam ke Majussi ini, rasanya kan aneh bila sampai² Nabi nitip salam kepada Majussi yang belum Muslim ". Tapi setelah dipikir bahwa Tidak mungkin Nabi dan Allah mengirim salam kepada orang yang salah, maka Wali Allah ini datang dan menyampaikan kepada Majussi bahwa ia mendapat salam dari Nabi Muhammad SAW.

Seketika Majussi ini berkata " Sungguh benar Nabimu, aku percaya bahwa Allah adalah Tuhan dan Nabi Muhammad SAW adalah Utusan Allah , tidak ada yang tau aku memberi gandum itu kecuali diriku sendiri dan Janda itu" Maka aku bersaksi demikian.

Wah Masyaallah sekali ya kisahnya, tapi tunggu dulu ada perbandinganya nih.

Sudah tau kisah sa'labah yang diceritakan Quran bahwa dulunya ia miskin sekali, namun ia sangat rajin sholat Jamaah di Masjid bersama Nabi Muhammad SAW ? .

Pernah suatu hari ketika ia seusai sholat bersama Nabi langsung pergi begitu selesai salam, hingga Nabi Muhammad SAW bertanya pada ia " Ya Sa'labah, kenapa engkau terburu - buru? " tanya Nabi. " Ya nabi, aku hanya punya sepasang baju bilamana aku sholat ke maka istriku tidak mengenakan pakaian. Jadi aku harus bergantian dengan ia, doakan Aku agar aku kaya dan punya pakaian ya Nabi" . Jawab sa'labah.

"Tidak, itu lebih baik bagimu" Jawab nabi. Namun, sa'labah tetap memohon agar nabi mendoakanya untuk kaya. Dan singkat cerita Sa'labah setelah di doakan nabi, menjadi seorang peternah yang punya banyak domba. Semakin hari semakin banyak, awalnya ia masih sholat di Masjid Berjamaah. Namun, kelamaan ia sibuk mengurus domba-domba nya.


Domba (sumber:pixbay)


Hingga suatu hari nabi meminta sahabatnya yang lain untuk meminta Zakat dari domba sa'labah, suatu riwayat hampir mencapai 1000an domba. Banyak untuk ukuran saat itu, maupun saat ini ya.

Ketika diminta zakat oleh Nabi, Sa'labah mengerang. Ini bukan zakat, ini perampokan. Kata sa'labah. Maka suatu hari Allah mengazab ia dan menjadikan ia contoh dalam al quran bahwa ia termasuk orang yang kufur atas nikmat.

Pelajaran apa yang dapat diambil? Banyak banget ya. Namun, mari kita fokus pada 2 hal beriman tapi pelit, dan dermawan tapi belum iman.

Disini kita tidak membenarkan kondisi tidak beriman, atau belum beriman. Karena hidayah datang dari Allah. Tapi ia tidak datang dengan sendiri perlu adanya niatan dari kita untuk mencoba mencarinya, atau mengambilnya.

Si Majussi ia belum beriman, namun ia memberi gandum dengan Ikhlas. Allah mengutus waliNya untuk menyampaikan salam Nabi Muhammad. Padahal ia belum beriman. Aneh ya? Tapi itu kisah yang nyata, diceritakan oleh Gus Baha dalam salah satu Kajian nya.

Kata Gus Baha, " Biarlah, seburuk - buruk sedekah itu kalau ikhlas dan tidak menyebut² nya tetap bagus. Meskipun dilakukan oleh orang yang tidak beriman. Tapi pelit, kikir tetap buruk meskipun dilakukan oleh orang beriman, contohnya siapa? Sa'labah"

Saya sangat tersentuh ketika mendengar kalimat itu, Gus Baha membuka cakrawala saya tentang sikap Memberi. Dan apapun itu alasanya, jika memberi itu adalah tindakan mulia, meskipun tidak dilakukan oleh orang yang mulia.

Wallahualam Bisshowab..

Posting Komentar untuk "Nilai Kedermawanan"