Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sebuah Karya




Sewaktu kecil sekitar usia SD aku ingin banget berkarya merubah dunia, karena sedari kecil aku terjejali dengan Berita Politik dan kekisruhan Dunia oleh Koran dan TV yang ada di rumahku.

Tidak biasa untuk anak usia SD..

Setelah SD berlalu aku masuk ke SMP Negeri yang tak jauh dari rumahku sekitar 5 Km tepat di bawah lereng Gunung Kawi, sejuk menyegarkan udaranya.


Disini aku ketemu circle yang lebih luas, ternyata aku bukan sendirian yang punya impian demikian. Masih kelas 7 SMP aku ingat ditunjuk jadi Wakil Ketua Osis. Namun, tak berselang lama aku di kelas 8 tidak melanjutkan kembali jadi pengurus Osis. Karena waktu yang terbagi antara belajar dan mengaji Kitab. Huftt.. rasanya mau jadi orang pinter itu pediiih banget. Wkwk

Waktu berlalu begitu cepat hingga saat SMK aku sudah melewati berbagai banyak lika - liku cobaan. Ya mungkin bagi sebagian besar orang biasa aja. Namun bagi anak mama sepertiku, itu bukan biasa aja. Hihi

Disini aku banyak belajar, sebenarnya sudah banyak belajar semenjak SMP, namun di SMP aku lebih seneng main - main. Entah kenapa aku bangga dengan sekolahku SMK itu dulu. Selain emang lulusanya keren, dan menurutku jadi bermanfaat bagi lingkungan nya. Pola pendidikan nya juga boleh dibilang ngga biasa.

Siswa dibilang boleh suka - suka asalkan tetap pada koridor aturan yang berlaku. Misalnya, dipersilakan keluar masuk sekolah dengan tanpa surat izin. Jam - jam masuk sekolahpun gerbang tidak ditutup melainkan hanya dikasih plang tanda larangan masuk untuk mobil dan membuka jendela mobil ketika masuk.
Banyak diantara siswa nya termasuk aku keluar masuk dengan sembarang, tapi tentunya kami punya keperluan. Di SMK aku mengambil Jurusan Teknik Elektronika Industri, yang mana setiap semester kami diminta sedikitnya membuat satu projek yang kami sendiri boleh mengkreasikan sesuai dengan angan -angan kami, tentunya dengan satu atau dua syarat dari Guru pengampu Mata Pelajaran.

Misalnya, kita diminta membuat rangkaian elekronika lampu Flip - flop. Kita boleh hanya membuat lampu  LED dua buah, lalu ditambah Transistor BC548 dan resistor saja. Lalu berhasil menyala. Udah. Selesai.


Boleh juga mengkreasikannya dengan membuat prototype lampu hati - hati di jalan raya, yang pada prinsipnya adalah flip - flop yaitu berkedip - kedip. Boleh juga dengan sedikit kreasi kerumitan ditambah IC4017 untuk counter dan dikombinasikan dengan timer dari 2 buah resistor untuk dijadikan Traffic Light.

Itu salah satu projek semester 1 - 2 di kelas 10. Kalau udah kelas 11, 12. Kita membuat projek dengan kerumitan yang bisa dibilang udah medium. Dengan menggunakan IC Coding Atmega atau Arduino, kami bisa membuat bermacam - macam barang yang ingin kami buat. Namun, tentunya harganya lebih mahal dibanding produksi massal.

Pernah satu hari di kelas 12, diminta buat projek terakhir untuk 3 tahun kami di SMK. Wah ini tantangan banget pikirku, aku ingin buat yang bermanfaat setidaknya bisa digunakan setelah aku lulus nanti.

Setelah menimbang - nimbang dan berdiskusi dengan teman - teman. Akhirnya aku memutuskan untuk membuat Handdryer otomatis. Seperti di restoran2 atau toilet2 di restoran.
Eh malah cerita kemana - mana nih, aku mau bilang gini.  Setiap manusia punya karya, setiap karya pasti ada pembuatnya. Tinggal kamu bisa memilih, karyamu berupa bekas tempatmu rebahan dan tidak ada apa - apa atau kamu berbuat untuk suatu hal yang setidaknya bermanfaat untuk kamu dan lingkunganmu.

Berkarya tidak harus gede, harus besar, hebat. Semua yang hebat berawal dari yang kecil, dari langkah pertama, dari goresan pertama. Penulis dimulai dengan huruf pertama. Kalimat pembuka pertama.

Kamu ngga perlu insecure, ngga perlu malu. Tuk lakuin apa yang kamu mau, apa yang kamu suka. Asalkan ngga ngerugiin dirimu sendiri dan lingkunganmu.

Dan balik lagi ngga perlu besar, kamu juga bisa dimulai dengan melipat slimutmu ketika bangun tidur, mencuci piring, menyapu lantai, mengelap kaca jendela, menulis diary mungkin bisa juga kamu agak keren dikit dengan bersedekah ke masjid agar masjid bisa hidup dan itu udah keren banget.

So, it's start from you. Mulai dari kamu. Yuk mulai berkarya.. !!!



Ttd. Ruly Octareza
[  ] Author at Rulyoctareza.com

Posting Komentar untuk "Sebuah Karya"